Jadi Tamu di rumah sendiri

By Mahmud Al Fauzi 30 Mei 2018, 17:00:23 WIB Hikmah
Jadi Tamu di rumah sendiri

Keterangan Gambar : Jadi Tamu di rumah sendiri


Assalasmu’alikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalih.

Salam sejahtera bagi kita dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin. Banyak hal yang tidak patut terjadi di zaman ini. Mungkin, hal ini terjadi menjadi tanda bahwa zaman semakin akhir dan cepat atau lambat akan berakhir.

Puji saya haturkan kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT., yang membimbing kita untuk menentukan mana yang hak dan mana yang bathil. Kedua hal ini (hak dan bathil) semakin sulit dibedakan, mengingat kondisi hati penghuni zaman semakin amburadul dan tidak karuan.

Tamu di rumah sendiri

Salah satu yang menjadi tren saat ini adalah “Menjadi tamu di rumah sendiri”. Tidak hanya dalam skala luas seperti negara, namun juga masuk pada skala kecil seperti lembaga. Kehausan akan kekuasaan dan keangkuhan yang menjadikan mindset merasa diri paling banar dan suci.

Skala besar dalam pembahasan menjadi tamu di rumah atau negeri sendiri adalah tatanan kehidupan, keilmuan, sosial dan bahkan politik yang perjalanannya sudah tak sesuai dengan norma-norma yang ada. Bahkan yang lebih parah adalah Aturan yang tinggal aturan alias tidak berlaku.

Asing sebagai pendatang menjadi penghuni asli dan memiliki peran vital untuk memuluskan rencana yang telah terintegrasi. Kita tidak berbicara dan melarang suatu etnis, agama atau apapun berkuasa, namun lebih melihat pada sistem yang ada. Siapapun yang berkuasa, initinya harus ada pemerataan aturan dan sanksi.

Adakalanya aturan dibuat dan berlaku hanya untuk orang lain, saat satu pihak berkepentingan dan si pembuat atauran berbenturan dengan aturan yang dibuat, maka jangan heran jika aturan itu dihapus dan diplesetkan subjeknya.

Mereka yang seharusnya menjadi tamu, semakin sulit menerima aturan yang ada dan hanya ingin menjadi yang terbaik dimata mereka sendiri. Jika satu hal ini telah terjadi, inilah saatnya kita bangkitkan kesadaran kepada semua pihak terkait tentang adanya sistem terintegrasi untuk menghapuskan perintis negara atau lembaga.

Terkadang kekuatan jahat mereka terhimpun hanya bermodalkan tampang polos yang di setting sedemikian rupa, misal dengan membawa merk keturunan yang baik dan lain sebagainya – dan lain sebagainya. Jika hanya itu yang anda lihat dan membuat anda tidak sadar, anda sangat polos.

Melawan sistem yang dzalim

Sebelum pada arah melawan sistem yang dzalim, hal yang pertama kali harus anda lakukan adalah bangkit dari tidur dan sadarlah, bahwa disini ada kebohongan yang terintegrasi. Anda harus sadar bahwa ada sekarang sudah jadi tamu di rumah sendiri.

Selanjutnya, anda tinggal memperkuat pertahanan dengan membuat sistem yang sama untuk mengembalikan kendali penuh ada pada diri anda, tanpa harus menjatuhkan lawan. Tunaikan kewajiban dan ambil hak anda, mulailah untuk berani berdikari tanpa bergantung pada orang lain apalagi asing, agar anda tidak menjadi tamu di rumah atau negeri sendiri.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan Mahmud Al Fauzi di

Ikuti Mahmud Al Fauzi di Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru disana. Terima Kaish.

Komentar Terakhir

  • Abraham Situhua

    Insya Allah, saya dwamkan amalan ...

    View Article
  • Mahmud Al Fauzi

    @Saepul Rohman : Sama-sama pk. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar. ...

    View Article
  • Erik Santosa

    Sangat bermanfaat pk. ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video