Ketika Istighfar mendekatkan Jodoh

Siapa yang tidak kenal dengan Imam Ahmad Bin Hanbal, beliau adalah salah satu Ulama besar yang merupakan salah satu Imam Madzhad dari Madzaahibul arba’ah.

Imam Ahmad yang juga termasuk salah satu murid daripada Imam Abu Abdullah Muhammad asy-Syafi’i (Imam Syafi’i) yang hafal 1 juta hadist tersebut suatu ketika sedang berada di kota Baghdad. Namun, tiba-tiba (qodarullah) Allah condongkan hati Imam Ahmad sehingga beliau ingin pergi ke bashroh dan beliau pun akhirnya pergi ke Bashroh meski tanpa tujuan yang jelas dan tidak punya saudara atau siapapun disana.

Sesampainya beliau di Bashroh (malam hari) beliau mendapati sebuah masjid, yang selanjutnya berniat untuk shalat isya dan rehat sejenak untuk melapaskan penat.

Setelah selesai shalat, dalam rehatnya beliau tidak sengaja tertidur di dalam masjid tersebut saking lelahnya, namun dalam keadaan tidurnya beliau di bangunkan oleh seseorang (sebut saja marbot) dan dilarang untuk tidur didalam masjid. Tidak hanya itu beliau pun di suruh keluar dari masjid tersebut.

Karena saking lelahnya, setelah berada di luar masjid pun Imam Ahmad masih berniat rehat dan lagi-lagi tertidur di luar masjid.

Seseorang atau kita sebut marbot masjid tadi pun menghampiri dan membangunkan beliau, bahkan mengusir beliau dan menyuruh beliau untuk pergi dan keluar dari lingkungan masjid.

Berjalanlah Imam Ahmad menuju luar masjid dan melanjutkan perjalan. Ketika dalam perjalanan, beliau menjumpai sebuah warung roti yang lumayan besar. Imam Ahmad menghampiri warung tersebut, qodarullah si pemilik warung adalah orang baik dan beliau di suguhi roti dan minuman.

Tidak hanya itu, Imam Ahmad pun dipersilahkan menginap di rumah pemilik warung roti yang hidup sebatang kara tersebut.

Dalam satu masa, Imam Ahmad melihat si pemilik warung sedang membuat adonan rotinya dan setiap adukan roti yang dia lakukan dia beristighfar dan apapun yang dia lakukan dia beristighfar.

Dan pada satu kesempatan Imam Ahmad bertanya kepada tukang roti tersebut, sudah berapa lama anda beristighfar seperti itu? Dia menjawab kalau dia berjualan roti sudah 30 tahun dan setiap kali ngaduk dia beristighfar.

Lalu Imam Ahmad bertanya lagi, lantas apa yang kamu dapatkan dari hal ini? Dia menjawab tidak ada satu permintaan yang aku minta kepada Allah kecuali di kabulkan, bahkan saya baru berkata “Yaa Rob” sudah Allah kabulkan.

Selain itu (lanjutnya), saya yakin kepada hadits nabi barangsiapa yang mulaazamah / iltizam (mendawamkan istighfar) kecuali Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalahnya dan mengabulkan do’anya dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak di duga-duga.

Lalu si tukang roti tersebut melanjutkan bicaranya, “Hanya satu yang belum Allah kabulkan dari do’a saya.” Imam Ahmad berkata “Apa itu?”. Tukang roti tersebut pun menjawab “Saya dulu pernah berdo’a, Ya Allah saya kagum sama Imam Ahmad dan saya ingin bertemu dengan beliau”.

Seketika Imam Ahmad pun bertakbir dengan keras dan memeluk orang tersebut dan berkata, ternyata ini penyebab saya tiba-tiba ingin ke bashroh ternyata gara-gara istighfar seorang laki-laki. Wallaahu ‘alam.

Ikhwah Fillah, ternyata begitu hebat dan dahsyat miracle/keajaiban of Istighfar. Jadi bagi sahabat menginginkan sesuatu, ingin di dekatkan sesuatu termasuk (jodoh) dan lain-lain Perbanyaklah ISTIGHFAR.

Semoga bermanfaat sahabat. 🙂

Saya seorang Guru dan Karyawan Swasta pada sebuah lembaga pendidikan. Selain itu, saya juga menerima Jasa Pembuatan Website, SEO Google Bergaransi dan Penjualan Aplikasi berbasis Web.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Solve : *
4 ⁄ 4 =