Sakit itu baik bagimu

By Mahmud Al Fauzi 20 Mei 2018, 06:30:05 WIB Kajian
Sakit itu baik bagimu

Keterangan Gambar : sakit itu baik bagimu


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam hidup banyak sekali hal yang perlu di terima dengan lapang dada meski mungkin hati berat untuk di terima. Mungkin Firman Allah ini akan sangat membuat kita tenang sebagai orang yang beriman, yaitu “Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah : 216)

Namun, banyak sekali hal yang mesti kita perhatikan dari isi kandungan ayat tersebut, kadang hal tersebut sering diartikan sebagai terima “nasib saja” sehingga semua harus diterima dengan ikhlas tanpa syarat. Seorang ulama dari kabupaten Sukabumi, bernama KH. Zezen Zainal Abidin BA, pernah menerangkan tentang hal nasib, beliau berpendapat bahwa sangatlah keliru jika seorang hamba dalam menyikapi hal buruk yang menimpanya menyalahkan nasib, padahal jika anda berbicara nasib anda harus pernah melihat lauhil mahfudz atau catatan kejadian manusia dan alam di dunia dan sedangkan hal itu mustahil di lakukan oleh manusia. (dikutip saat pengajian al hikam di pondok pesantren yang beliau pimpin yaitu Azzainiyah)

Qonaah seorang hamba bukan didasarkan pada nasib, namun harus karena Allah semata. Sebenarnya implementasinya sangatlah mudah, berikut akan saya uraikan sebuah kisah yang akan menyadarkan kita bahwa Tuhan itu selalu memutuskan hal yang baik bagi kita.

Remaja muslim di putusin pacar

Sebutlah dia Ujang, seorang remaja yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas. Layaknya remaja biasa masa kini, pergaulannya di sekolah kurang begitu baik, dia memiliki seorang teman perempuan yang dia sebut sebagai pacarnya dan perempuan tersebut juga mengakui hal yang sama.

Banyak hal yang sering mereka berdua lakukan saat bersama yang tentunya dilarang oleh norma agama. Ya begitulah, banyak remaja muslim memandang hal ini biasa, padahal Allah sudah jelas menerangkan bahwa yang dilarang itu bukan hanya melakukan bahkan meski hanya mendekatinya.

Namun, seiring berjalannya waktu perempuan yang tidak disebutkan namanya tersebut mungkin sudah tidak mencintainya lagi dan singkat cerita dia pun meninggalkan si Ujang alias hubungan mereka putus. Hubungan mereka diakhiri bukan oleh si Ujang sebagai seorang laki-laki, tapi oleh perempuan tersebut alias pacarnya si Ujang.

Seperti biasa setelah kandas sebuah hubungan pasti ada yang sakit hati dengan rasa Galau yang ditunjuk oleh kedua pihak atau salahsatunya. Dalam kasus ini, yang galau adalah si ujang sebagai laki-laki, ya meski laki-laki dia ternyata bisa galau juga dan tidak menerima kenyataan yang ada.

Waktu tetap berjalan meski si Ujang merasa hidupnya berhenti setelah hubungan dengan pacarnya kandas di tengah jalan, namun yang lebih naas pacar yang dulu memutuskannya sekarang sudah punya pacar baru alias sudah pacaran lagi sedangkan si Ujang masih belum move on. (Sakit).

Si Ujang masih terpuruk dan bahkan dia sempat tidak jelas dengan status sekolahnya. Mungkin berminggu-minggu dia lewati dengan perasaan sakit hati dan marah.

Dua bulan kemudian, si Ujang masih berusaha melupakan semua yang telah terjadi dan qonaah dengan segala ketentuannya. Selama dua bulan tersebut si Ujang banyak mengalami perubahan sikap dan mental karena waktunya sering sekali digunakan untuk berdiam diri tanpa melakukan hal yang dilarang oleh norma agama, seperti yang sering dilakukannya dulu dengan perempuan itu, dia pun mulai sering shalat berjamaah di masjid.

Suatu hari setelah pulang dari masjid, seorang ustadz menyapanya. “Asslamualaikum, apa kabar jang?” Kata ustadz “Baik pak Ustadz” Ujang pun menjawabnya meskipun tidak dengan ucapan Alhamdulillah. Mereka berdua akrab dan lumayan lama bercengkrama di depan mesjid, ustadz itu bilang dia sangat senang atas peruabahan perilaku ujang akhir-akhir ini, tanpa sadar mungkin karena hati ujang yang masih sakit hati, ia pun curhat atas semua hal yang terjadi.

Mendengar semua curhatan Ujang yang begitu detail, dengan mudah ustadz pun menanggapi dengan berkata “Allah sangat sayang padamu jang, beginilah cara Nya membuat mu baik yaitu dengan membuat mu sakit atau lebih tepatnya sakit hati. Bisa saya simpulkan Sakit ini baik untuk mu, selama ini kamu hanya melihat dari sisi buruknya saja, padahal tanpa sadar kamu telah di selamat dari banyak dosa yang sebelumnya kamu sering lakukan dengan perempuan itu.”

Lalu ustadz pun menambahkan ayat saya bacakan diatas tadi kepada ujang, bahwa semua hal yang dianggap buruk belum tentu buruk dan juga begitu pun yang kita anggap baik. Ustadz pun menerangkat sedikit kepada Ujang tentang konsep jodoh secara hakiki, yaitu “Yang baik akan berjodoh dengan yang baik pula, intinya akan cocok kedua belah pihak, jadi syukurilah hal ini”. Sambil senyum ustadz pun mengucapkan salam dan pergi meninggalkan ujang yang termenung tanpa memberikan komentar.

Selepas kejadian itu, ujang semakin banyak mengalami perubahan dan dalam menyikapi hal itu Ujang memiliki Konsep tersendiri seperti yang telah disampaikan Ustadz kepadanya, dan dia pun kini lebih bersyukur karena tanpa sadar banyak hal baik yang menimpa dirinya setelah dia Allah pisahkan dengan perempuan itu.

Nah, begitulah sahabat. Cerita ini saya ambil dari sebuah kisah nyata yang saya konsep ulang tanpa merubah substansi yang ada dari cerita tersebut.

Natijah atau benang merah dari artikel kali ini adalah bahwa Banyak hal Rahasia Ilahi yang tidak kita mengerti dalam hidup ini, sehingga kita harus lebih banyak berhati-hati dalam bersikap dan bertindak.

Semoga bermanfaat, maafkan Mahmud Al Fauzi dan terima kasih telah berkenan membaca.

Wasslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

  1. Sanjaya 22 Mei 2018, 14:20:15 WIB

    Apakah berarti kita harus pasrah dengan sakit kita pak?

    Erik Santosa 30 Mei 2018, 15:02:06 WIB

    Sangat bermanfaat pk.

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan Mahmud Al Fauzi di

Ikuti Mahmud Al Fauzi di Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru disana. Terima Kaish.

Komentar Terakhir

  • Abraham Situhua

    Insya Allah, saya dwamkan amalan ...

    View Article
  • Mahmud Al Fauzi

    @Saepul Rohman : Sama-sama pk. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar. ...

    View Article
  • Erik Santosa

    Sangat bermanfaat pk. ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video