Apapun masalanya, Shalat Berjamaah Solusinya

Bismillaah wal hamdulillaahi hamdan katsiiron toyyiban mubaarokan fiihi. 

Ikhwah fillaah yang saya cintai karena Allah. Pagi ini bulan masih bersinar terang menjadi saksi para pejuang subuh. Kita tahu bahwa salah satu kewajiban inti kita sebagai seorang muslim atau sederhanya sebagai seorang makhluk adalah Ibadah. Dan bentuk ibadah yang seharusnya sering kita dirikan sebagai seorang muslim adalah Shalat.

Ya, shalat menjadi salah satu kewajiban inti pribadi seorang muslim, sehingga shalat dikatakan sebagai tiang agama oleh penutan alam Rasulullaah SAW. dan lebih jauhnya dalam pelaksanaan shalat Rasul yang mulia tidak menyebutnya melaksanakan namun menggunakan istilah mendirikan (qoomat), meski demikian tidak sedikit diantara kita dan bahkan kita sendiri cenderung malas untuk mendirikannya. Hal ini di sebabkan bisa karena berbagai faktor, bisa karena memang terbiasa malas-malasan atau faktor yang paling mendominasi dari malasnya ibadah (termasuk shalat) adalah Dosa. So, solusi untuk masalah ini berarti tidak lain hanyalah taubat dengan perbanyak istighfar.

Secara teknis untuk melawan rasa malas untuk mendirikan shalat bagi orang beriman cukup dengan meyakini saat adzan di kumandangkan itu merupakan panggilan atau undangan Allah secara khusus kepada pribadinya. Hal ini akan sedikit memberikan efek positif terhadap bertambahnya rasa semangat (ghiroh) untuk melaksanakan ibadah dan ini merupakan salah satu wujud dari pada ihsan.

Atau cara kedua adalah dengan menjadikan shalat sebagai kebutuhan. Ya, tentunya sebagai makhluk hidup kita memiliki banyak kebutuhan dan terkadang kebuTuhan kita menjadi Tuhan sehingga kebutuhan bisa menjadi masalah bagi kita. Na’udzubillah. Dalam hal ini jika kita merasa terpuruk dalam keadaan yang ada, penting kiranya kita menjadikan Allah sebagai tempat bergantung (Allaah ash shomad) dan meminta tolong, salah satunya adalah dengan menembuskan shalat kita menjadi shalat dengan kualitas mi’raj kepada Allah SWT. sebagaimana sabdanya.Dengan demikian, insyaa Allah shalat kita akan menjadi solusi permasalahannya yang ada.

Agar benar-benar tercipta kekhusuan dan keseriusan dalam menjadikan shalat sebagai solusi, teknis yang terpenting yang bisa dan harus kita lakukan adalah mendirikan shalat secara berjamaah dengan kuantitas pahla 27 kali lebih tinggi. Oleh sebab itu perlu kiranya saya sampaikan fakta yang ada bahwa tidak sedikit dari kita yang bertanya kepada ustadz, syaikh dll tentang permsalahan hidup, bahkan ada yang sengaja meminta amalan atau do’a khusus agar bisa keluar dan menemukan solusi dari permasalahannya. 

Padahal, sejatinya ketahuilah bahwa Shalat berjama’ah bisa menjadi solusi jitu dan agung dalam menyelesaikan berbagai masalah kehidupan seorang mumin. Untuk itu, mari mulai hari ini Apapun masalahnya, solusinya adalah Shalat berjamaah. Jika ada kebutuhan yang mendesak dan mungkin kebutuhan yang tertarget bisa dicapai dengan shalat. So, jaga shalat fardlunya, bukan hanya pada batas tidak meninggalkan namun juga tingkatkan kualitasnya yaitu dengan berjamaah. Juga di tambah kuantitas shalatnya dengan perbanyak shalat sunnahnya. 

Semoga bermanfaat dan kita bisa mengamalkannya. Kurang lebihnya mohon maafkan Mahmud Al Fauzi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.