Tren di zaman Muhammad Al Fatih

Bismillaahirrahmanirrahim, alhamdulillahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiihi, kamaa yuhibbu robbunaa wa yardlaa. Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad.

Sahabat, sebagian dari kita mungkin sudah pernah mendengar nama seorang sultan Turki Utsmani yang membebaskan Kekaisaran Romawi Timur yaitu Muhammad Al Fatih atau juga di kenal Sultan Mehmed II.

Di masa atau zaman Muhammad Al Fatih ini kita sudah sangat sering mendengar sebuah perang yaitu perang Konstantinopel. Ada sebuah kisah yang sangat menarik yang berkaitan dengan hal itu terutama sangat erat kaitannya kisah ini tentang kesholihan Muhammad Al Fatih.

Ketika mereka berhasil “membebaskan” (saya tidak menyebutnya sebagai penaklukan) konstantinopel, mereka hendak melakukan shalat jum’at, namun saat itu mereka dan seorang syaikh yang ada disana kebingunangan memilih siapa yang akan menjadi imam shalat jum’at tersebut.

Syaikh yang ada dalam barisan pembebas konstantinopel tersebut akan bertindak sebagai khotib (pembaca khutbah), lalu karena tidak adanya yang bertindak sebagai imam syaikh tersebut menyuruh semua yang ada di masjid (jama’ah jum’at) tersebut untuk berdiri, dengan sigap semuanya pun berdiri.

Setelah semua berdiri, lalu syaikh tersebut bertanya kepada mereka semua yang berdiri dengan pertanyaan : Siapa diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan shalat sejak baligh? dimohon untuk tetap berdiri atau tidak duduk. (Tidak ada yang duduk), hal ini menujukan bahwa tidak ada satu pun anak mudah saat itu yang meninggalkan shalat wajib sejak mereka baligh, sehingga hal ini menjadi penyebab keberhasilah mereka bisa membebaskan konstantinopel.

Lalu, setelah itu syaikh melontarkan pertanyaan kedua : Siapa diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah sejak baligh? dimohon untuk tetap berdiri atau tidak duduk. (Tidak ada yang duduk). Berati mereka semua Keep Istiqomah dalam melaksanakan shalat secara berjama’ah.

Dan terakhir syaikh tersebut bertanya kepada mereka (jamaa’h jum’at) yang sedang berdiri : Siapa diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan shalat tahajud sejak baligh? dimohon untuk tetap berdiri atau tidak duduk. (Maka semuanya duduk kecuali seorang pemuda yaitu Muhammad Al Fatih).

Dari ketiga pertanyaan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa keshalihan sebuah pasukan akan sangat menentukan kalah atau menangnya. Selain itu, ada peran pemuda sholih yang sangat penting untuk mewujudkan sebuah rencana yang akan di ridloi Allah.

Selain karena keshalihan mereka, ada satu hal yang tidak pernah di tinggal pasukan yaitu BERSIWAK sebelum wudhu dan selalu menjaga whudu. Natijah dari kisah ini adalah, kita bisa melihat gambaran Tren yang terjadi pada zaman Muhammad Al Fatih atau zaman pembebesan Konstantinopel yaitu menjaga shalat dan selalu memakmurkan masjid. Mari kita menjaga budaya baik di lingkungan sekitar kita, terkhusus pesan saya buat anak muda (remaja) juga anak-anak jadilah #KidsZamanNow yang rajin shalat dan gaulnya di masjid.

Wallaahu ‘alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.